Port Au Prince -
Peristiwa pemerkosaan menimpa seorang pria warga negara
Haiti berusia 18 tahun. Presiden Haiti, Michel Martelly, mengutuk
pemerkosaan yang dilakukan oleh anggota angkatan laut PBB asal Uruguay.
Tindakan memalukan ini telah mengancam citra pasukan perdamaian PBB di
Haiti.
"Presiden mengutuk keras tindakan yang telah bertentangan
dengan hati nurani bangsa dan terus menunggu laporan mengenai
fakta-fakta dari kejadian yang sebenarnya," kata juru bicara
kepresidenan Haiti, seperti dilansir Reuters, Senin (5/9/2011) malam.
Kejadian
pemerkosaan yang terekam dalam sebuah kamera ponsel itu telah beredar
luas di internet. Dalam rekaman tersebut, pria muda Haiti itu dipaksa
melayani napsu 4 serdadu Uruguay di atas kasur. Peristiwa tersebut telah
menyebabkan masyarakat Haiti marah.
Pejabat PBB di Haiti dan
Departemen Pertahanan Uruguay telah melakukan investigasi dan
penyelidikan terhadap video tersebut. Empat tentara yang diduga terlibat
telah ditahan.
Sementara itu, korban dan ibunya telah memberikan kesaksian tentang kejadian itu pada seorang hakim Haiti di Port-Salut.