Tampilkan postingan dengan label Timnas Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timnas Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2011

Indonesia Terancam Sanksi FIFA

Indonesia terancam sanksi dari FIFA terkait adanya petasan dalam pertandingan Timnas melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (6/9). Jika itu terjadi sangat merugikan Bangsa Indonesia.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengatakan, sanksi FIFA bukan hanya merugikan Timnas Indonesia. Tapi juga nama baik bangsa. Indonesia bisa dilarang menggelar pertandingan lanjutan di depan. Selain itu bisa juga membuat rencana ujicoba melawan sejumlah klub dari Eropa maupun pertandingan persahabatan batal dilakukan.

Djohar berharap, penonton Indonesia bisa lebih dewasa di masa mendatang dengan cara semua peraturan. Dia heran petasan bisa masuk ke stadion, meski sudah dilarang dan diperiksa petugas di pintu masuk.
Saat ini Djohar tidak mau menduga-duga sanksi yang akan diberikan FIFA. Jika melihat mekanisme, pengawas pertandingan akan mengirim laporan ke FIFA. Setelah itu baru FIFA melihat, ini merupakan pelanggaran atau tidak.

Jika pelanggaran, FIFA akan mengirim surat ke PSSI. Lalu PSSI diberi hak untuk menjawab surat tersebut. Setelah itu baru FIFA bersidang, apakah ada sanksi atau tidak(ULF)

Indonesia Kalah, Sejumlah Penonton Ngamuk

Sekelompok penonton tampak mengamuk dengan memukuli penonton lainnya ketika pertandingan antara Timnas PSSI lawan  Bahrain baru saja berakhir di stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (6/9/2011), malam.
Beberapa penonton ini bahkan hendak memukuli seorang kameraman wartawan televisi swasta yang hendak mengabadikan gambar mereka.
"Ayo jangan macam-macam," teriak seorang diantara mereka. Kameramen televisi itu pun memilih mengalah.
Belum jelas apa alasan mereka mengamuk. Namun sekelompok suporter ini hendak memukuli siapa saja yang menghalau mereka. Sejumlah penonton berlarian menghindari mereka.
Ulah sebagian supoter ini terjadi di pintu XI. Namun ulah mereka tak berlangsung lama karena segera diamankan oleh polisi dan tidak sampai memakan korban.

Rabu, 07 September 2011

PSSI Siap Bayar Kompensasi Riedl

PSSI siap membayar sisa kontrak mantan pelatih Alfred Riedl sebagai bagian dari penyelesaian polemik kontrak dengan pelatih berkebangsaan Austria itu.

Menurut Ketua Komite Bidang Timnas PSSI, Bob Hippy, PSSI hanya bersedia membayar jikalau sesuai dengan kesepakatan.

"Intinya kita ingin menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya. Apa itu harus membayar sisa kontrak atau yang lain, kami akan selesaikan asal sesuai dengan fakta-fakta yang ada," ujar Bob Hippy kepada wartawan di kantor PSSI, Selasa (6/9).

Menurut PSSI sendiri, sisa kontrak masih bisa dirundingkan. Dia memaklumi bahwa ada perbedaan persepsi antara dua belah pihak. Riedl ingin sisa kontrak dibayar hingga kontrak usai.

Sedangkan PSSI menawar membayar sisa kontrak hanya sebagian. "Tapi asalkan ada niat baik, pasti ada titik temu," ujarnya.

Bob mengakui bahwa dalam pertemuan dengan perwakilan FIFA, Thierry Reganas di kantor PSSI, persoalan Riedl turut dibahas. "Intinya dia ingin persoalan ini dibahas secara baik-baik dan kita bersedia menyelesaikannya," pungkasnya.

Boaz Bikin Janji Tertulis Takkan Tinggalkan Pelatnas Lagi

Striker Persipura Jayapura Boaz Solossa berjanji tidak akan meninggalkan pelatnas lagi. Dia juga berjanji akan tampil maksimal saat timnas Indonesia menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (6/9/2011).


Topskor Liga Indonesia musim lalu itu bersedia membuat perjanjian secara tertulis untuk membuktikan ucapannya. "Itu sebagai komitmennya kepada timnas," kata Benhard Limbong, Penanggungjawab Timnas Indonesia, dilansir supersoccer.

Benhard meminta semua pihak untuk tak mempersoalkan lagi sikap Boaz yang meninggalkan pelatnas beberapa waktu lalu.

Menurut Benhard, Boaz meninggalkan pelatnas karena istrinya tengah hamil tua di Sorong, Papua. Saat ini, lanjut dia, istri Boaz sudah diboyong ke Jakarta, sehingga penyerang lincah itu bisa fokus menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak Tim Merah Putih.

"Dia benar-benar ada urusan keluarga dan sekarang sudah selesai. Dia berjanji tidak akan membuat hal yang sama lagi di masa yang akan datang," tandas Benhard.

Kehadiran Boaz diharapkan bisa mempertajam serangan Indonesia. Boaz bisa dipastikan tampil sebagai pemain utama yang akan diturunkan pelatih Wim Rijsberger.

Kekuatan Indonesia kian kokoh, menyusul bergabungnya dua bintang lain, yakni M Nasuha dan Ahmad Bustomi.
Saat lawan Iran, Nasuha tak bisa tampil lantaran akumulasi kartu kuning. Sedangkan Bustomi sakit radang tenggorokan.

Selasa, 06 September 2011

Jacksen: Pergunakan Anugerahmu, Boaz Solossa!

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago berharap kehadiran Boaz Solossa di Timnas Indonesia saat menjamu Bahrain, Selasa (6/9/2011) mendatang, akan berdampak positif.

Dia meminta Boaz memaksimalkan bakatnya untuk membantu tim Merah Putih meraih kemenangan di putaran ketiga Pra-Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia.

"Harapanku, Boaz menggunakan anugerah yang Tuhan berikan kepadanya sebaik mungkin dalam partai (lawan Bahrain) nanti," kata Jacksen, dilansir Supersoccer.

Jacksen memang tahu betul kemampuan Boaz. Pria asal Brasil itu berjasa dalam memberikan dua gelar juara Djarum ISL kepada Persipura Jayapura, yakni musim 2008/2009 dan 2010/2011.
 
Karena itu, Jacksen tahu betul kemampuan Boaz. Menurut dia, Boaz adalah pemain yang dianugerahi talenta yang luar biasa. Topskor Djarum ISL musim lalu itu tak hanya tangguh dalam menyerang, tapi juga kokoh mehanan laju serangan lawan. Di samping itu, skill Boaz di atas rata-rata pemain lain.

"Dia mampu memecahkan konsentrasi lawan dan menjadi pengumpan yang baik buat Christian Gonzales dan gelandang yang muncul (secara tiba-tiba)," kata Jacksen.

Bergabungnya kembali tiga pemain Indonesia, Ahmad Bustomi, M Nasuha, dan Ricardo Salampessy juga akan semakin menyolidkan timnas senior.

"Ketiganya akan memberikan kekuatan ekstra. Ricardo sangat tenang dan taktis dalam membaca permainan lawan. Nasuha baik dalam menyerang dan tangguh dalam bertahan. Sedangkan Bustomi punya umpan dan gerakan dalam meng-cover pertahanan yang baik," jelas Jacksen.(*)