Medan -
Gempa 6,7 Skala Richter yang mengguncang Singkil, Aceh,
Selasa (6/9/2011) dini hari menyebabkan kepanikan warga di Medan,
Sumatera Utara. Sejumlah pasien Rumah Sakit Umum Martha Friska, Jl Yos
Sudarso, sempat panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
Sejumlah
pasien menggunakan kursi roda juga turut turun dari lantai atas dibantu
sanak keluarganya. Bahkan seorang pasien, nekat membawa infus yang
masih melekat di tangannya turun dari lantai tiga gedung RSU Martha
Friska.
Pasien yang sedang menggunakan infus tersebut, Darmanto
mengatakan, guncangan gempa terasa kuat sebanyak tiga kali hingga
menggetarkan bangunan rumah sakit.
"Saya terkejut karena dinding rumah sakit bergetar. Saya langsung minta dibawa turun," kata Darmanto.
Tidak
hanya Darmanto, belasan pasien juga merasakan guncangan serupa dan
sempat panik menyelamatkan diri lari ke halaman rumah sakit.
Gempa
tidak hanya menyebabkan kepanikan di rumah sakit, warga Jl Alumunium I,
Pulo Brayan, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, juga
berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Warga tetap bertahan di
luar rumah hingga satu jam pasca guncangan karena takut masuk ke dalam
rumah.
Just a simple man... Want to know everything that I don't know... and want to share want I want to all people..
Tampilkan postingan dengan label Gempa di Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gempa di Medan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 September 2011
Khawatir Tsunami, Warga Singkil Lari ke Gunung
Medan -
Sejumlah warga Kabupaten Aceh Singkil yang bermukim di
kawasan pinggiran laut menyelamatkan diri ke kawasan pegunungan ketika
gempa terjadi. Mereka khawatir terjadi tsunami.
Keterangan yang diperoleh dari Apin Harahap, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menyebutkan, guncangan gempa yang cukup kuat membuat warga sangat khawatir. Mereka langsung menyelamatkan diri ke arah pegunungan, berusaha jauh dari kawasan pantai.
"Hampir semuanya menyelamatkan diri ke gunung. Kondisinya juga sulit, sebab saat ini juga mati lampu," kata Apin yang tengah berada di Rimo ketika berbicara dengan detikcom via telepon, Selasa (6/9/2011).
Sejauh ini, Apin menyatakan belum memperoleh informasi tentang adanya korban akibat gempa tersebut. Namun dia masih terus memantau situasi pasca guncangan gempa.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang berkekuatan 6,7 SR tersebut terjadi pukul 00.55 WIB, Selasa (6/9/2011). Koordinat gempa berada di 2.81 LU - 97.85 BT. Pusat gempa berada 59 kilometer Timur laut Singkil Baru, Aceh, atau 78 kilometer Barat Daya Kabanjahe, Sumut. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Keterangan yang diperoleh dari Apin Harahap, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menyebutkan, guncangan gempa yang cukup kuat membuat warga sangat khawatir. Mereka langsung menyelamatkan diri ke arah pegunungan, berusaha jauh dari kawasan pantai.
"Hampir semuanya menyelamatkan diri ke gunung. Kondisinya juga sulit, sebab saat ini juga mati lampu," kata Apin yang tengah berada di Rimo ketika berbicara dengan detikcom via telepon, Selasa (6/9/2011).
Sejauh ini, Apin menyatakan belum memperoleh informasi tentang adanya korban akibat gempa tersebut. Namun dia masih terus memantau situasi pasca guncangan gempa.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang berkekuatan 6,7 SR tersebut terjadi pukul 00.55 WIB, Selasa (6/9/2011). Koordinat gempa berada di 2.81 LU - 97.85 BT. Pusat gempa berada 59 kilometer Timur laut Singkil Baru, Aceh, atau 78 kilometer Barat Daya Kabanjahe, Sumut. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Listrik di Medan Padam Usai Gempa 6,7 SR
Medan -
Gempa berkekuatan 6,7 SR juga dirasakan di sebagian
daerah di Sumatera Utara (Sumut). Sejauh ini belum diperoleh laporan
kerusakan akibat guncangan gempa tersebut. Namun listrik di sejumlah
titik di Medan, padam.
Di Medan, guncangan gempa membuat sebagian masyarakat segera keluar dari rumah. Di kawasan Jl Yos Sudarso, warga terlihat berdiri di tepian jalan, sembari memperhatikan tiang lampu. Lampu yang bergoyang mengindikasikan guncangan masih terjadi.
"Tadi pertama lihat air bak di kamar mandi, begitu goyang langsung keluar rumah. Kemudian saya lihat lampu di tiang listrik juga goyang-goyang di depan rumah, jadi langsung keluar," ujar Ana, salah seorang warga di Jl Yos Sudarso, Selasa (6/9/2011).
Sementara warga lainnya, Reza Syah Ananda yang tengah berada di Jl Amir Hamzah menyatakan, tak lama setelah gempa, listrik di kawasan Medan Helvetia, padam.
"Tidak lama, langsung padam. Belum menyala sampai sekarang," kata Reza.
Ternyata listrik juga padam di kawasan Jl Setia Budi, Jl HM Yamin, Jl Mansyur, dan sebagian kawasan Perumnas Simalingkar. Namun sejauh ini belum ada keterangan apakah padamnya listrik terkait gempa atau tidak.
Guncangan gempa juga menyebabkan orang-orang yang tengah berada di gedung tinggi mengalami kepanikan. Mereka memutuskan segera turun dan keluar dari gedung tersebut, karena khawatir gedung tersebut akan rubuh. Antara lain terlihat di kawasan Jl S Parman, serta Jl Cirebon.
Selain di Medan, gempa juga dirasakan di sejumlah daerah lainnya yang bahkan terpaut sekitar 200 kilometer dari Medan, yakni Kabupaten Samosir, Toba Samosir dan Tapanuli Utara, kemudian Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, serta Kabupaten Labuhan Batu. Selain itu dirasakan juga di Kabupaten Karo, Deli Serdang dan Langkat.
Di Medan, guncangan gempa membuat sebagian masyarakat segera keluar dari rumah. Di kawasan Jl Yos Sudarso, warga terlihat berdiri di tepian jalan, sembari memperhatikan tiang lampu. Lampu yang bergoyang mengindikasikan guncangan masih terjadi.
"Tadi pertama lihat air bak di kamar mandi, begitu goyang langsung keluar rumah. Kemudian saya lihat lampu di tiang listrik juga goyang-goyang di depan rumah, jadi langsung keluar," ujar Ana, salah seorang warga di Jl Yos Sudarso, Selasa (6/9/2011).
Sementara warga lainnya, Reza Syah Ananda yang tengah berada di Jl Amir Hamzah menyatakan, tak lama setelah gempa, listrik di kawasan Medan Helvetia, padam.
"Tidak lama, langsung padam. Belum menyala sampai sekarang," kata Reza.
Ternyata listrik juga padam di kawasan Jl Setia Budi, Jl HM Yamin, Jl Mansyur, dan sebagian kawasan Perumnas Simalingkar. Namun sejauh ini belum ada keterangan apakah padamnya listrik terkait gempa atau tidak.
Guncangan gempa juga menyebabkan orang-orang yang tengah berada di gedung tinggi mengalami kepanikan. Mereka memutuskan segera turun dan keluar dari gedung tersebut, karena khawatir gedung tersebut akan rubuh. Antara lain terlihat di kawasan Jl S Parman, serta Jl Cirebon.
Selain di Medan, gempa juga dirasakan di sejumlah daerah lainnya yang bahkan terpaut sekitar 200 kilometer dari Medan, yakni Kabupaten Samosir, Toba Samosir dan Tapanuli Utara, kemudian Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, serta Kabupaten Labuhan Batu. Selain itu dirasakan juga di Kabupaten Karo, Deli Serdang dan Langkat.
Hasil Identifikasi Gempa di Medan pada tanggal 06-09-2011 00:55:12
Setelah melihat pada situs BMKG..
Ternyata informasi mengenai gempa yang terjadi pada saat ini adalah sebagai berikut :
Pusat gempa : 2.81 LU , 97.85 BT
Kekuatan gempa : 6.7 SR
Kedalaman : 78 Km
Lokasi : 59 km TimurLaut SINGKILBARU-NAD
tidak berpotensi TSUNAMI
Sekian infonya
Ternyata informasi mengenai gempa yang terjadi pada saat ini adalah sebagai berikut :
Gempa Terkini
Terjadi pada tanggal : 06-Sep-11 , jam : 00:55:12 WIBPusat gempa : 2.81 LU , 97.85 BT
Kekuatan gempa : 6.7 SR
Kedalaman : 78 Km
Lokasi : 59 km TimurLaut SINGKILBARU-NAD
tidak berpotensi TSUNAMI
Sekian infonya
Langganan:
Postingan (Atom)