Selasa, 06 September 2011

Arshavin: Kehilangan Fabregas & Nasri Bencana buat Arsenal

London - Andrey Arshavin mengakui bahwa kepergian Cesc Fabregas dan Samir Nasri merupakan bencana untuk Arsenal. Tapi, dia juga merasa senang dengan kehadiran Mikel Arteta dan Yossi Benayoun.

Musim panas ini, 'Meriam London' kehilangan dua amunisi penting di lini tengah. Fabregas "pulang" ke Barcelona, sedangkan Nasri menyeberang ke Manchester City.

Penjualan Fabregas dan Nasri membuat Arshavin kecewa. Dia menilai dua mantan rekan setimnya tersebut adalah pemain berkelas.

"Pada saat ini, kehilangan Fabregas dan Nasri adalah sebuah bencana," kata Arshavin kepada Sport, sebagaimana dikutip Sky Sports.

"Saat pertandingan melawan Udinese, saya bilang ke (Nicklas) Bendtner bahwa kita sekarang sudah tidak punya lagi seseorang yang bisa begitu nyaman mengoper bola ke Robin van Persie atau seseorang yang memaksimalkan kualitas penyerang lainnya," kata pemain internasional Rusia ini.

"Dia (Bendtner) tersenyum dan menjawab,'Ya, mungkin satu-satunya pemain yang bisa menggantikan Cesc adalah Xavi'. Saya sangat senang bisa bermain dalam satu tim dengan Fabregas. Dia adalah pemain yang benar-benar berkelas," tutur Arshavin.

Meski begitu, Arshavin cukup puas dengan langkah klubnya dalam mencari pengganti Fabregas dan Nasri. Menurut dia, Arteta dan Benayoun adalah rekrutan bagus.

"Ketika orang mengatakan tidak ada yang tak tergantikan saya tidak setuju. Dengan Arteta atau siapa pun yang menggantikan, kami akan memainkan sepakbola yang berbeda, tidak seperti saat masih ada Cesc dan Samir," ujar Arshavin.

"Arteta dan Benayoun sudah membuktikan diri mereka di Premier League. Mereka bukan rekrutan buruk. Dan kami memang perlu memperkuat diri di posisi itu," tambahnya.

"Dilihat dari kuantitas dan kualitas pemain kami, sepakbola Arsenal akan segera mengalami beberapa perubahan," pungkasnya.

Cleverley Merasa Belum Hebat

Manchester - Tom Cleverley menjadi salah satu pemain muda Manchester United yang tampil menonjol di awal musim ini. Meski begitu, Cleverley menganggap dirinya belum jadi pemain hebat.

Cleverley naik ke permukaan di tengah upaya MU mengejar gelandang-gelandang papan atas seperti Wesley Sneijder atau Samir Nasri. Keberadaan Cleverley membuat 'Setan Merah' akhirnya tidak ngotot memburu nama-nama di atas.

Kepercayaan yang diberikan kepada Cleverley mulai terbayar ketika ia tampil baik sebagai pemain pengganti di laga Community Shield menghadapi Manchester City. Setelahnya, pemuda 22 tahun itu selalu jadi starter dalam tiga laga MU.

"Menembus tim inti selalu jadi target saya dan saya sudah melakukannya sekarang," tutur Cleverley seperti dikutip situs resmi MU.

"Mungkin ini terjadi sedikit lebih cepat ketimbang perkiraan orang, namun saya harus terus bekerja keras jika saya ingin terus masuk dalam tim ini," tambah gelandang yang musim lalu dipinjamkan ke Wigan Athletic itu.

Walau sudah menembus tim inti, Cleverley tidak mau besar kepala. Ia masih terus berusaha meningkatkan kemampuannya karena jadi pemain inti MU tidak serta merta berarti ia sudah jadi pemain hebat.

"Saya berkembang selama pra-musim. Saya masih pemain yang sama dan pribadi yang sama. Hanya karena saya jadi pemain inti MU, tidak berarti tiba-tiba saya sudah jadi pemain hebat," tuntas Cleverley.

UEFA Tolak Banding Wenger

UEFA menolak banding yang diajukan oleh Arsene Wenger. Dengan demikian, manajer Arsenal itu tak bisa mendampingi timnya pada dua pertandingan awal fase grup Liga Champions.

Wenger diskors dua laga akibat tindakannya kala The Gunners melawan Udinese di leg pertama play-off Liga Champions, pertengahan Agustus lalu. Saat itu, Wenger yang tengah menjalani masa skorsing tertangkap kamera memberi instruksi kepada asisten manajer Pat Rice lewat bantuan pelatih tim pertama Boro Primorac.

Atas tindakannya tersebut, UEFA kemudian menjatuhkan sanksi dua laga untuk Wenger. Mereka juga menjatuhkan denda sebesar 10.000 euro kepada klub London Utara itu.

Arsenal yang tidak terima kemudian mengajukan banding. Mereka juga meminta hukuman Wenger ditangguhkan sehingga pria asal Prancis itu bisa mendampingi timnya di leg kedua yang digelar di kandang Udinese.

Wenger akhirnya diizinkan mendampingi timnya di Friuli, di mana Arsenal meraih kemenangan 2-1 atas tim tuan rumah.

Namun, proses banding tetap berjalan. Dan pada akhirnya, UEFA menolaknya.

"Komisi banding UEFA menolak banding yang diajukan Arsenal dan Arsene Wenger atas suspensi dua pertandingan yang dijatuhkan kepada si manajer setelah klub Inggris itu menjalani leg pertama play-off Liga Champions melawan Udinese pada 16 Agustus," demikian keterangan di situs resmi UEFA.

Dengan keputusan UEFA ini, maka Wenger tak bisa mendampingi timnya dalam dua laga awal Grup F Liga Champions, yakni melawan Borussia Dortmund pada 13 September dan Olympiakos pada 28 September.

Biarkan Messi Bahagia di Lapangan

Lionel Messi sering dikritik karena sulit bersinar di tim nasional Argentina. Pelatih Argentina, Alejandro Sabella, menilai Messi harus bahagia di lapangan agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaik.

Messi memang pemain terbaik dunia saat ini. Tapi, itu lebih karena performa gemilangnya bersama Barcelona. Di level timnas, dia sudah lama tidak mempertontonkan sihirnya.

Sudah banyak analisis soal melempemnya performa Messi bersama Argentina. Tapi, Sabella punya pendapat sendiri.

"Kita harus membiarkan dia bahagia. Kita harus membiarkan dia bermain benar-benar bebas di lapangan," ujar Sabella yang dikutip AFP.

Sabella mendapuk Messi sebagai kapten dalam dua pertandingan persahabatan, yakni melawan Venezuela di India dan melawan Nigeria di Bangladesh.

"Saya seang menunggu dia mencetak gol. Berikan dia ketenangan. Dia adalah pemain terbaik di dunia," tutup Sabella.

Khawatir Tsunami, Warga Singkil Lari ke Gunung

Medan - Sejumlah warga Kabupaten Aceh Singkil yang bermukim di kawasan pinggiran laut menyelamatkan diri ke kawasan pegunungan ketika gempa terjadi. Mereka khawatir terjadi tsunami.

Keterangan yang diperoleh dari Apin Harahap, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menyebutkan, guncangan gempa yang cukup kuat membuat warga sangat khawatir. Mereka langsung menyelamatkan diri ke arah pegunungan, berusaha jauh dari kawasan pantai.

"Hampir semuanya menyelamatkan diri ke gunung. Kondisinya juga sulit, sebab saat ini juga mati lampu," kata Apin yang tengah berada di Rimo ketika berbicara dengan detikcom via telepon, Selasa (6/9/2011).

Sejauh ini, Apin menyatakan belum memperoleh informasi tentang adanya korban akibat gempa tersebut. Namun dia masih terus memantau situasi pasca guncangan gempa.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang berkekuatan 6,7 SR tersebut terjadi pukul 00.55 WIB, Selasa (6/9/2011). Koordinat gempa berada di 2.81 LU - 97.85 BT. Pusat gempa berada 59 kilometer Timur laut Singkil Baru, Aceh, atau 78 kilometer Barat Daya Kabanjahe, Sumut. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.